Series ini berisi inventarisasi arsip digital, dokumentasi visual gastronomi, dan catatan historis mengenai warisan kuliner tradisional di tanah Pasundan. Ruang lingkup series ini memetakan 4 (empat) representasi sediaan pangan khas, yang terbagi atas kategori hidangan utama berbasis sayuran segar dan produk fermentasi lokal (Karedok dan Nasi Tutug Oncom), serta penganan manis tradisional dengan teknik pemanggangan otentik (Surabi dan Kue Balok).
Series ini mencakup kumpulan arsip audio-visual, rekaman pertunjukan, dan dokumentasi digital mengenai ragam kesenian pertunjukan tradisional khas masyarakat Sunda. Cakupan informasi dalam kelompok arsip ini merekam 4 (empat) representasi kesenian ikonik Jawa Barat, yaitu instrumen musik bambu Angklung (warisan budaya takbenda UNESCO), teater boneka kayu Wayang Golek, seni tari dinamis Jaipongan, serta seni musik perkusi bambu jenaka Calung.
Series ini menghimpun kurasi arsip digital berupa dokumentasi visual, rancang bangun, dan nilai filosofis dari variasi arsitektur rumah tinggal tradisional masyarakat Sunda di Jawa Barat. Ruang lingkup informasi dalam kelompok arsip ini berfokus pada 7 (tujuh) rekonstruksi model penutup atap (suhunan) vernakular, yang meliputi model Badak Heuay, Togog Anjing, Julang Ngapak, Parahu Kumureb, Jolopong, dan Capit Gunting.
Seni tari pergaulan tradisional khas Sunda yang lahir dari kreativitas seniman Jawa Barat dengan memadukan beberapa unsur kesenian rakyat terdini, seperti Ketuk Tilu, Ronggeng, dan gerak dasar pencak silat. Karakteristik utama tarian ini terletak pada gerakannya yang sangat dinamis, lincah, ekspresif, dan penuh energi, terutama pada bagian pinggul (goyang), dada (getok), dan bahu (jejeg), diiringi oleh tempo musik kendang yang cepat dan menghentak.
Mutiara Assyifa_MRA 2024_PSIK DPertunjukan teater boneka kayu tiga dimensi khas tanah Pasundan yang dipimpin oleh seorang Dalang sebagai sutradara sekaligus narator tunggal, diiringi oleh ansambel musik Gamelan Salendro. Seni pertunjukan ini mengadaptasi kisah epik besar (seperti Mahabarata dan Ramayana) ke dalam kosmologi, latar lokal, dan nilai-nilai spiritual masyarakat Sunda.
Mutiara Assyifa_MRA 2024_PSIK DInstrumen musik perkusi tradisional Sunda yang dibuat dari potongan bambu pilihan (biasanya bambu hitam atau awi wulung) yang ditata berjejer berdasarkan urutan tangga nada pentatonik (da-mi-na-ti-la). Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyang, calung dimainkan dengan cara memukul bilah atau tabung bambu menggunakan pemukul khusus (panakol). Kesenian ini berkembang dalam dua bentuk utama, yaitu Calung Rantay (yang bilahnya diikat berjajar pada tali) dan Calung Jinjing (yang tabung bambunya dipegang dan dibawa langsung oleh penari sambil dimainkan).
Mutiara Assyifa_MRA 2024_PSIK DPenganan tradisional legendaris Sunda yang dibuat dari adonan tepung beras, santan kelapa, dan parutan kelapa muda. Keunikan utama kuliner ini terletak pada bertahannya teknik pengolahan kuno, di mana adonan dipanggang di atas cetakan berbentuk cawan dari tanah liat (asapan) dan dibakar menggunakan tungku arang atau kayu bakar tradisional.
Hidangan makanan berat khas Sunda berupa nasi hangat yang diaduk dan ditumbuk bersama oncom bakar yang telah dibumbui kencur, bawang merah, bawang putih, cabai, dan garam. Kata tutug dalam bahasa Sunda memiliki arti "menumbuk" atau "menghancurkan", yang merujuk pada proses pencampuran sediaan pangan tersebut. Sajian ini secara tradisional dihidangkan dalam pincuk daun pisang bersama laupan ayam goreng, tahu, tempe, lalapan segar, dan sambal goang.
Penganan tradisional khas Sunda berbentuk balok persegi panjang tebal yang dibuat dari adonan tepung terigu, telur, susu, margarin, dan gula pasir. Keunikan utama penganan legendaris ini terletak pada metode pemanggangannya yang menggunakan cetakan logam khusus, di mana sumber panas arang kayu diletakkan secara simultan di dua sisi: di bawah cetakan dan di atas penutup cetakan arang (panggangan atas-bawah). Teknik ini menghasilkan kematangan kue yang khas dengan tekstur luar yang padat namun memiliki bagian dalam yang lembut.
Kuliner tradisional khas Sunda yang menyajikan berbagai macam sayuran segar dalam kondisi mentah (atatah), seperti kacang panjang, mentimun, tauge, terong gelatik, kol, dan daun kemangi (surawung), dengan siraman saus bumbu kacang tanah yang diulek bersama kencur, cabai, gula merah, dan terasi.