Area Identitas
Kode referensi
Judul
Tanggal
- 2026 (Penciptaan)
Level Deskripsi
Ukuran dan Media
980 KB Digital
Area Konteks
Nama Pencipta
Sejarah Administratif
Kelompok 3 PSIK E merupakan kelompok mahasiswa Program Studi Manajemen Rekod dan Arsip Universitas Indonesia yang terdiri atas Septa Elizabet, Raditya Putra Alamsyah, Jili Windu Syahalla, Farel Azhar Ruslin, dan Naurah Salsabila. Kelompok ini dibentuk pada tahun 2026 dalam rangka pemenuhan tugas Ujian Akhir Semester mata kuliah Pengelolaan Sistem Informasi Kearsipan (PSIK), dengan tema pameran arsip “Jejak Kepemimpinan Presiden Indonesia dari Masa ke Masa”.
Sejarah kelompok ini tercermin melalui arsip-arsip yang diciptakan selama proses perencanaan, penyusunan, dan pelaksanaan pameran arsip. Arsip tersebut meliputi dokumen administrasi kelompok, pembagian tugas anggota, hasil diskusi, notulen rapat, serta berbagai bahan referensi yang digunakan dalam penyusunan materi pameran. Selain itu, terdapat arsip hasil penelitian berupa pengumpulan data dan informasi mengenai perjalanan kepemimpinan Presiden Republik Indonesia dari masa ke masa, yang mencakup perkembangan politik, ekonomi, sosial, dan budaya pada setiap periode pemerintahan.
Dalam proses penyelenggaraan pameran, kelompok menghasilkan berbagai arsip kreatif dan dokumentatif, seperti konsep pameran, desain media publikasi, naskah deskripsi arsip, katalog pameran, poster, dokumentasi kegiatan, serta laporan akhir pelaksanaan. Arsip-arsip tersebut menjadi bukti aktivitas akademik dan kolaborasi yang dilakukan oleh seluruh anggota kelompok dalam mengkaji, mengolah, dan menyajikan informasi sejarah kepemimpinan nasional kepada publik.
Seluruh arsip yang tercipta pada tahun 2026 ini dikelola sebagai arsip statis yang merepresentasikan proses pembelajaran, kerja sama tim, serta kontribusi Kelompok 3 PSIK E dalam mendukung pelestarian memori kolektif bangsa melalui pameran arsip. Kumpulan arsip tersebut menggambarkan upaya kelompok dalam mengangkat perjalanan kepemimpinan Presiden Indonesia sebagai bagian dari sejarah nasional yang memiliki nilai pendidikan, informasi, dan budaya.
Repositori
Nilai Sejarah Arsip
Arsip Masa Presiden K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memiliki nilai sejarah yang penting karena merekam salah satu periode awal Reformasi di Indonesia yang ditandai dengan upaya memperkuat demokrasi, hak asasi manusia, serta penghormatan terhadap keberagaman. Arsip ini menggambarkan peran Gus Dur sebagai Presiden Republik Indonesia keempat dalam membangun pemerintahan yang lebih terbuka dan menjunjung tinggi prinsip pluralisme di tengah proses pemulihan nasional pasca krisis ekonomi dan perubahan politik. Selain itu, arsip ini menjadi bukti perkembangan kehidupan demokrasi di Indonesia melalui berbagai kebijakan yang mendukung kebebasan berpendapat, toleransi antarumat beragama, serta pengakuan terhadap keberagaman budaya dan agama. Oleh karena itu, arsip masa pemerintahan Abdurrahman Wahid memiliki nilai sejarah sebagai sumber informasi dan bukti autentik yang mendokumentasikan perjalanan bangsa Indonesia dalam memperkuat demokrasi, persatuan, dan kehidupan masyarakat yang inklusif pada era Reformasi.
Sumber akuisisi atau transfer langsung
Area Isi dan Struktur
Cakupan dan isi
Arsip Masa Presiden K.H. Abdurrahman Wahid (1999–2001) mencakup informasi mengenai riwayat singkat Abdurrahman Wahid, latar belakang keluarga, pendidikan, perjalanan karier, serta kiprahnya sebagai tokoh agama, cendekiawan, dan pemimpin nasional sebelum menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia keempat. Arsip ini juga memuat berbagai perkembangan yang terjadi selama masa pemerintahannya pada periode awal Reformasi.
Isi arsip meliputi dokumentasi dan informasi mengenai penguatan demokrasi dan hak asasi manusia, upaya pemulihan ekonomi nasional pasca krisis, peningkatan toleransi dan pluralisme dalam kehidupan bermasyarakat, serta pengakuan terhadap keberagaman budaya dan agama di Indonesia. Selain itu, arsip ini menggambarkan berbagai kebijakan dan langkah pemerintahan Abdurrahman Wahid dalam membangun kehidupan berbangsa yang lebih demokratis, inklusif, dan menghargai keberagaman. Arsip ini menjadi sumber informasi penting yang mendokumentasikan perkembangan politik, ekonomi, sosial, dan budaya Indonesia pada masa awal Era Reformasi.