Identity area
Reference code
Title
Date(s)
- 2026 (Creation)
Level of description
Extent and medium
6,62 MB Digital
Context area
Name of creator
Administrative history
Kelompok 3 PSIK E merupakan kelompok mahasiswa Program Studi Manajemen Rekod dan Arsip Universitas Indonesia yang terdiri atas Septa Elizabet, Raditya Putra Alamsyah, Jili Windu Syahalla, Farel Azhar Ruslin, dan Naurah Salsabila. Kelompok ini dibentuk pada tahun 2026 dalam rangka pemenuhan tugas Ujian Akhir Semester mata kuliah Pengelolaan Sistem Informasi Kearsipan (PSIK), dengan tema pameran arsip “Jejak Kepemimpinan Presiden Indonesia dari Masa ke Masa”.
Sejarah kelompok ini tercermin melalui arsip-arsip yang diciptakan selama proses perencanaan, penyusunan, dan pelaksanaan pameran arsip. Arsip tersebut meliputi dokumen administrasi kelompok, pembagian tugas anggota, hasil diskusi, notulen rapat, serta berbagai bahan referensi yang digunakan dalam penyusunan materi pameran. Selain itu, terdapat arsip hasil penelitian berupa pengumpulan data dan informasi mengenai perjalanan kepemimpinan Presiden Republik Indonesia dari masa ke masa, yang mencakup perkembangan politik, ekonomi, sosial, dan budaya pada setiap periode pemerintahan.
Dalam proses penyelenggaraan pameran, kelompok menghasilkan berbagai arsip kreatif dan dokumentatif, seperti konsep pameran, desain media publikasi, naskah deskripsi arsip, katalog pameran, poster, dokumentasi kegiatan, serta laporan akhir pelaksanaan. Arsip-arsip tersebut menjadi bukti aktivitas akademik dan kolaborasi yang dilakukan oleh seluruh anggota kelompok dalam mengkaji, mengolah, dan menyajikan informasi sejarah kepemimpinan nasional kepada publik.
Seluruh arsip yang tercipta pada tahun 2026 ini dikelola sebagai arsip statis yang merepresentasikan proses pembelajaran, kerja sama tim, serta kontribusi Kelompok 3 PSIK E dalam mendukung pelestarian memori kolektif bangsa melalui pameran arsip. Kumpulan arsip tersebut menggambarkan upaya kelompok dalam mengangkat perjalanan kepemimpinan Presiden Indonesia sebagai bagian dari sejarah nasional yang memiliki nilai pendidikan, informasi, dan budaya.
Repository
Archival history
Arsip Masa Presiden Soekarno (1945–1967) memiliki nilai sejarah yang penting dalam menggambarkan proses awal pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945.
Arsip ini memiliki nilai informasional, karena memuat perkembangan politik pada masa awal kemerdekaan, mulai dari penerapan Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin hingga peran Indonesia dalam Konferensi Asia-Afrika dan Gerakan Non-Blok. Selain itu, arsip ini juga menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia yang belum stabil serta tingginya inflasi pada akhir masa pemerintahan, yang mencerminkan tantangan besar dalam pembangunan negara baru.
Dari aspek sosial, arsip ini memiliki nilai yang menggambarkan kuatnya semangat nasionalisme dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan, sedangkan dari aspek budaya menunjukkan proses penguatan identitas nasional serta berkembangnya seni yang berorientasi pada semangat perjuangan. Secara keseluruhan, arsip ini menjadi bukti penting perjalanan awal bangsa Indonesia dalam membangun sistem politik, ekonomi, sosial, dan budaya sebagai negara merdeka.
Immediate source of acquisition or transfer
Content and structure area
Scope and content
Arsip Masa Presiden Soekarno (1945–1967) mencakup informasi mengenai proses awal pembentukan dan penguatan negara Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945. Arsip ini mendokumentasikan perkembangan sistem politik, kondisi ekonomi, dinamika sosial, serta perkembangan budaya pada masa awal kemerdekaan hingga akhir pemerintahan Presiden Soekarno.
Isi arsip meliputi perkembangan politik seperti Proklamasi Kemerdekaan, penerapan Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin, serta peran Indonesia dalam Konferensi Asia-Afrika dan Gerakan Non-Blok. Dari aspek ekonomi, arsip memuat kondisi ekonomi yang belum stabil akibat perang dan konflik politik serta tingginya inflasi pada akhir masa pemerintahan. Pada aspek sosial, arsip menggambarkan semangat nasionalisme, persatuan bangsa, dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Sementara itu, pada aspek budaya, arsip menunjukkan penguatan identitas nasional serta berkembangnya seni yang mencerminkan semangat perjuangan bangsa Indonesia.