Identity area
Reference code
Title
Date(s)
- 2026 (Creation)
Level of description
Extent and medium
Context area
Name of creator
Repository
Archival history
Joko Widodo, yang lebih akrab disapa Jokowi, lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 21 Juni 1961. Ia merupakan lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan mengawali kariernya sebagai pengusaha mebel. Kiprah politiknya dimulai ketika ia terpilih menjadi Wali Kota Surakarta (Solo) pada tahun 2005, di mana ia berhasil menata kota dengan pendekatan dialogis dan manusiawi. Popularitasnya yang terus menanjak membawanya terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012. Gaya kepemimpinannya yang sederhana dan sering turun langsung ke lapangan—dikenal dengan istilah "blusukan"—membuatnya sangat dekat dengan rakyat. Pada tahun 2014, Jokowi terpilih sebagai Presiden Ketujuh Republik Indonesia dan kembali dipercaya untuk periode kedua pada tahun 2019. Masa pemerintahannya ditandai dengan perubahan paradigma pembangunan dari yang berpusat di Jawa (Jawa-sentris) menjadi merata ke seluruh pelosok negeri (Indonesia-sentris). Sebagai presiden, Jokowi sangat fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur, hilirisasi industri, serta penguatan sumber daya manusia. Meski dihadapkan pada tantangan berat berskala global seperti pandemi COVID-19, pemerintahannya berhasil menjaga resiliensi ekonomi nasional dan meletakkan visi jangka panjang melalui megaproyek pemindahan Ibu Kota Negara ke Nusantara (IKN).
Immediate source of acquisition or transfer
Content and structure area
Scope and content
Promosi Kekayaan Nusantara dan Bangga Produk Lokal.
Dalam aspek budaya, kepemimpinan Jokowi sering kali memanfaatkan panggung kenegaraan untuk mempromosikan kekayaan budaya Indonesia. Hal ini terlihat dari tradisi baru di mana presiden dan pejabat negara selalu mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah yang berbeda setiap kali memimpin upacara peringatan Hari Kemerdekaan. Di samping itu, pemerintah juga secara masif menggaungkan gerakan nasional "Bangga Buatan Indonesia" untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produk UMKM dan budaya lokal di tengah gempuran budaya asing.