Item JKP-IND POLITIK.01 - Sidang Kabinet Di IKN Presiden Ir. H. Joko Widodo (2014 s.d. 2024)

Original Objek Digital not accessible

Area Identitas

Kode referensi

ID KLMP3 PSIK-E JKP-IND-PRES-IDN-07-JKP-IND POLITIK.01

Judul

Sidang Kabinet Di IKN Presiden Ir. H. Joko Widodo (2014 s.d. 2024)

Tanggal

Level Deskripsi

Item

Ukuran dan Media

Area Konteks

Nama Pencipta

(26 Mei 2026)

Sejarah Administratif

Kelompok 3 PSIK E merupakan kelompok mahasiswa Program Studi Manajemen Rekod dan Arsip Universitas Indonesia yang terdiri atas Septa Elizabet, Raditya Putra Alamsyah, Jili Windu Syahalla, Farel Azhar Ruslin, dan Naurah Salsabila. Kelompok ini dibentuk pada tahun 2026 dalam rangka pemenuhan tugas Ujian Akhir Semester mata kuliah Pengelolaan Sistem Informasi Kearsipan (PSIK), dengan tema pameran arsip “Jejak Kepemimpinan Presiden Indonesia dari Masa ke Masa”.

Sejarah kelompok ini tercermin melalui arsip-arsip yang diciptakan selama proses perencanaan, penyusunan, dan pelaksanaan pameran arsip. Arsip tersebut meliputi dokumen administrasi kelompok, pembagian tugas anggota, hasil diskusi, notulen rapat, serta berbagai bahan referensi yang digunakan dalam penyusunan materi pameran. Selain itu, terdapat arsip hasil penelitian berupa pengumpulan data dan informasi mengenai perjalanan kepemimpinan Presiden Republik Indonesia dari masa ke masa, yang mencakup perkembangan politik, ekonomi, sosial, dan budaya pada setiap periode pemerintahan.

Dalam proses penyelenggaraan pameran, kelompok menghasilkan berbagai arsip kreatif dan dokumentatif, seperti konsep pameran, desain media publikasi, naskah deskripsi arsip, katalog pameran, poster, dokumentasi kegiatan, serta laporan akhir pelaksanaan. Arsip-arsip tersebut menjadi bukti aktivitas akademik dan kolaborasi yang dilakukan oleh seluruh anggota kelompok dalam mengkaji, mengolah, dan menyajikan informasi sejarah kepemimpinan nasional kepada publik.

Seluruh arsip yang tercipta pada tahun 2026 ini dikelola sebagai arsip statis yang merepresentasikan proses pembelajaran, kerja sama tim, serta kontribusi Kelompok 3 PSIK E dalam mendukung pelestarian memori kolektif bangsa melalui pameran arsip. Kumpulan arsip tersebut menggambarkan upaya kelompok dalam mengangkat perjalanan kepemimpinan Presiden Indonesia sebagai bagian dari sejarah nasional yang memiliki nilai pendidikan, informasi, dan budaya.

Nilai Sejarah Arsip

Joko Widodo, yang lebih akrab disapa Jokowi, lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 21 Juni 1961. Ia merupakan lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan mengawali kariernya sebagai pengusaha mebel. Kiprah politiknya dimulai ketika ia terpilih menjadi Wali Kota Surakarta (Solo) pada tahun 2005, di mana ia berhasil menata kota dengan pendekatan dialogis dan manusiawi. Popularitasnya yang terus menanjak membawanya terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012. Gaya kepemimpinannya yang sederhana dan sering turun langsung ke lapangan—dikenal dengan istilah "blusukan"—membuatnya sangat dekat dengan rakyat. Pada tahun 2014, Jokowi terpilih sebagai Presiden Ketujuh Republik Indonesia dan kembali dipercaya untuk periode kedua pada tahun 2019. Masa pemerintahannya ditandai dengan perubahan paradigma pembangunan dari yang berpusat di Jawa (Jawa-sentris) menjadi merata ke seluruh pelosok negeri (Indonesia-sentris). Sebagai presiden, Jokowi sangat fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur, hilirisasi industri, serta penguatan sumber daya manusia. Meski dihadapkan pada tantangan berat berskala global seperti pandemi COVID-19, pemerintahannya berhasil menjaga resiliensi ekonomi nasional dan meletakkan visi jangka panjang melalui megaproyek pemindahan Ibu Kota Negara ke Nusantara (IKN).

Sumber akuisisi atau transfer langsung

Area Isi dan Struktur

Cakupan dan isi

Konsolidasi Demokrasi dan Stabilitas Pemerintahan.
Pada masa pemerintahan Jokowi, strategi politik lebih diarahkan pada penciptaan stabilitas nasional untuk mendukung agenda pembangunan. Untuk mencapai hal tersebut, pemerintah melakukan konsolidasi dengan merangkul berbagai kekuatan politik, termasuk partai-partai oposisi, masuk ke dalam koalisi pemerintahan. Langkah ini ditujukan untuk meminimalisir kegaduhan politik dan mempercepat pengambilan keputusan di parlemen. Selain itu, pemerintah juga mengambil keputusan politik bersejarah dengan mengesahkan Undang-Undang Ibu Kota Negara (IKN), yang menjadi landasan hukum bagi pemindahan pusat pemerintahan dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Penilaian, pemusnahan dan jadwal retensi

Akrual

Sistem Penataan

Kondisi dari area akses dan penggunaan

Penentuan Kondisi Akses

Penentuan Kondisi reproduksi

Bahasa dari material

    Naskah Material Arsip

      Catatan Bahasan dan Naskah

      Karakter fisik dan persyaratan teknis

      Sarana temu balik

      Area Materi Arsip Sekutu

      Keberadaan dan lokasi dari original

      Keberadaan dan lokasi dari salinan

      Berkas Arsip yang berkaitan

      Deskripsi yang berkaitan

      Area Catatan

      Kode unik alternatif

      Titik Temu

      Akses Poin Subjek

      Tempat akses poin

      Nama Akses Poin

      Akses poin genre

      Deskripsi Area Kontrol

      Deskripsi Identifier

      Kode unik lembaga

      Aturan dan/ atau konvensi yang digunakan

      Status

      Level tingkat kedetailan

      Tanggal penciptaan revisi pemusnahan

      Bahasa

        Naskah

          Sumber

          Bagian hak Objek Digital (Master)

          Bagian hak Objek Digital (Referensi)

          Bagian hak Objek Digital (Thumbnail)

          Bagian akuisisi