Identity area
Reference code
Title
Date(s)
Level of description
Extent and medium
Context area
Name of creator
Repository
Archival history
Joko Widodo, yang lebih akrab disapa Jokowi, lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 21 Juni 1961. Ia merupakan lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan mengawali kariernya sebagai pengusaha mebel. Kiprah politiknya dimulai ketika ia terpilih menjadi Wali Kota Surakarta (Solo) pada tahun 2005, di mana ia berhasil menata kota dengan pendekatan dialogis dan manusiawi. Popularitasnya yang terus menanjak membawanya terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012. Gaya kepemimpinannya yang sederhana dan sering turun langsung ke lapangan—dikenal dengan istilah "blusukan"—membuatnya sangat dekat dengan rakyat. Pada tahun 2014, Jokowi terpilih sebagai Presiden Ketujuh Republik Indonesia dan kembali dipercaya untuk periode kedua pada tahun 2019. Masa pemerintahannya ditandai dengan perubahan paradigma pembangunan dari yang berpusat di Jawa (Jawa-sentris) menjadi merata ke seluruh pelosok negeri (Indonesia-sentris). Sebagai presiden, Jokowi sangat fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur, hilirisasi industri, serta penguatan sumber daya manusia. Meski dihadapkan pada tantangan berat berskala global seperti pandemi COVID-19, pemerintahannya berhasil menjaga resiliensi ekonomi nasional dan meletakkan visi jangka panjang melalui megaproyek pemindahan Ibu Kota Negara ke Nusantara (IKN).
Immediate source of acquisition or transfer
Content and structure area
Scope and content
Percepatan Infrastruktur dan Hilirisasi Industri.
Di bidang ekonomi, pemerintahan Joko Widodo dikenal dengan pembangunan infrastruktur yang sangat masif, seperti jalan tol, bandara, pelabuhan, dan bendungan di berbagai pulau di luar Jawa. Pembangunan ini bertujuan untuk menurunkan biaya logistik dan mendorong pertumbuhan sentra ekonomi baru. Selain infrastruktur, Jokowi juga menerapkan kebijakan tegas terkait hilirisasi industri, yakni melarang ekspor bahan mentah (seperti nikel) agar dapat diolah di dalam negeri, sehingga memberikan nilai tambah ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru.