Area Identitas
Kode unik
Format Nama yang diakui
bentuk paralel dari nama
Repositori Personal Harsya Syabil Budiman
Format nama lainnya
Harsya Syabil Budiman
Tipe
Perseorangan
Kontak Area
Tipe
Alamat
Alamat
Lokalitas
Regional
Nama Negara
Kode Pos
Telepon
Faks
URL
Catatan
Area Deskripsi
Sejarah
Harsya Syabil Budiman adalah mahasiswa Manajemen Rekod dan Arsip di Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (Vokasi UI) yang memiliki fokus pada implementasi regulasi kearsipan (standar ANRI), perancangan basis data, dan preservasi digital. Ia membawa karakter kepemimpinan yang berdedikasi dan adaptif, memadukan keahlian tata kelola informasi dengan kepedulian terhadap kesejahteraan sosial. Pengalaman akademis dan teknisnya termasuk penguasaan platform repositori seperti Omeka dan AtoM diperkuat dengan keterlibatan praktis secara langsung dalam penilaian, pemilahan, dan pemusnahan arsip inaktif di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Konteks geografis dan budaya
Arsip ini tercipta dan dikelola dalam lanskap dinamis yang menghubungkan lingkungan akademik Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia di Depok dengan pusat birokrasi pemerintahan tingkat nasional di Jakarta, seperti Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Posisi strategis ini menuntut alur informasi yang terstruktur, menjembatani tata kelola administrasi kemahasiswaan, inisiatif advokasi kampus, hingga praktik pengelolaan rekod skala kementerian. Kebutuhan untuk mengelola informasi dari berbagai sumber ini mendorong penerapan standar pedoman kearsipan nasional (ANRI) secara disiplin, serta pemanfaatan platform repositori digital seperti AtoM dan Omeka untuk memastikan aksesibilitas informasi tetap terjamin lintas institusi tanpa terkendala batas ruang fisik.
Secara budaya, arsip ini merepresentasikan perpaduan antara budaya organisasi kemahasiswaan yang kritis dan proaktif dengan budaya birokrasi yang taat asas. Terdapat komitmen yang kuat terhadap nilai transparansi, akuntabilitas, dan kesejahteraan kolektif—yang tercermin kuat dari rekam jejak dokumentasi program penjaringan aspirasi mahasiswa, advokasi fasilitas, dan penyelesaian masalah administratif. Budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan dan penyelesaian masalah ini menuntut sistem kearsipan yang tidak hanya rapi, tetapi juga responsif. Arsip-arsip ini pada akhirnya tidak sekadar menjadi tumpukan kertas atau data inaktif, melainkan instrumen vital dan bukti otentik yang digunakan untuk mengawal kebijakan, memperjuangkan hak mahasiswa, serta mendukung efisiensi pelayanan publik yang berkelanjutan.
Mandat/ Sumber kewenangan
Struktur Administrasi
Manajemen Rekod dan Kebijakan Koleksi
Gedung
Arsip Nasional Harsya Syabil Budiman
Khazanah
Finding aids, panduan, dan publikasi
Daftar Arsip Harsya Syabil Budiman
Area Akses
Jam Buka
09.00 - 17.00 WIB
Persyaratan dan Kondisi Akses
Open Access (Akses Terbuka): Arsip yang bersifat publik dan transparan, seperti proposal dan laporan hasil jaring aspirasi "Keliling Triwarna" (KELANA), hasil survei fasilitas kampus tingkat umum, serta kajian kebijakan (policy brief) lintas fakultas dapat diakses secara bebas melalui repositori atau sistem informasi organisasi.
Restricted Access (Akses Terbatas): Dokumen yang mengandung rincian data pribadi mahasiswa (seperti berkas pengajuan keringanan UKT atau keluhan layanan pendampingan di Adkesma), notulensi rapat strategis BPH, serta daftar pertelaan arsip inaktif usulan musnah dari praktik di Kementerian Kesehatan dikategorikan sebagai "Restricted". Akses ke dokumen ini bersifat tertutup dan memerlukan izin persetujuan dari Kepala Departemen, Ketua BEM, atau pembina instansi terkait.
Privacy Compliance: Penggunaan data advokasi mahasiswa dan informasi kementerian tunduk pada pedoman kerahasiaan organisasi, pedoman Perka ANRI, serta undang-undang perlindungan data pribadi yang berlaku.
Conditions Governing Reproduction (Ketentuan Reproduksi)
Reproduksi arsip dalam bentuk unduhan digital atau salinan cetak diperbolehkan khusus untuk kepentingan riset akademis, studi banding organisasi (seperti dengan BEM fakultas lain), dan penyusunan laporan pertanggungjawaban, dengan kewajiban mencantumkan sumber unit pencipta (Adkesma BEM Vokasi UI) secara tepat.
Penyebarluasan dokumen yang berkaitan dengan instansi pemerintah (seperti Kemenkes) atau data mentah advokasi untuk ranah publik/komersial dilarang keras tanpa persetujuan legal dan lisensi dari pemegang otoritas informasi terkait.
Language/Scripts of Material (Bahasa dan Aksara)
Sebagian besar materi arsip, baik dokumen administratif maupun korespondensi organisasi, menggunakan Bahasa Indonesia yang formal dan baku.
Beberapa dokumen yang berkaitan dengan perancangan basis data, normalisasi, dan manajemen repositori digital menggunakan Bahasa Inggris untuk istilah teknis kearsipan (seperti elemen metadata pada AtoM atau Omeka) serta sintaksis kueri SQL.
Physical Characteristics and Technical Requirements (Persyaratan Teknis)
Software Requirement: Untuk mengakses repositori digital dan arsip basis data, pengguna memerlukan peramban web modern (Google Chrome, Firefox, dll). Pembukaan berkas tata kelola arsip digital mungkin membutuhkan akses ke platform AtoM atau Omeka, serta Database Management System (DBMS) ringan untuk meninjau struktur data kueri.
File Formats: Dokumen administratif dan laporan advokasi tersedia dalam format PDF/A (untuk menjamin preservasi jangka panjang) atau DOCX. Struktur basis data arsip disimpan dalam format SQL atau CSV, sementara dokumentasi visual kegiatan menggunakan format JPG/PNG beresolusi tinggi.
Hardware Requirement: Diperlukan perangkat komputer dengan koneksi internet yang stabil untuk mengakses sistem repositori awan. Untuk penanganan arsip fisik (terutama saat proses penilaian dan pemilahan arsip inaktif), kegiatan harus dilakukan di area kerja khusus (seperti gudang arsip) dengan mematuhi protokol keamanan, kebersihan, dan K3 kearsipan yang berlaku.
Akses menuju lokasi
Finding Aids (Sarana Temu Balik)
Aksesibilitas terhadap koleksi arsip ini didukung oleh sarana temu balik berupa Daftar Pertelaan Arsip (DPA) yang sangat krusial dalam proses penilaian dan pemusnahan arsip inaktif seperti praktik di instansi kementerian serta skema basis data dan katalog digital. Pada lingkungan pelestarian digital, pengguna dapat melakukan penelusuran melalui platform seperti AtoM dan Omeka menggunakan fitur pencarian berbasis kata kunci, metadata spesifik, maupun penelusuran terstruktur (seperti kueri SQL). Setiap entitas arsip telah dilengkapi dengan deskripsi yang patuh pada standar pedoman kearsipan (seperti Perka ANRI) untuk memudahkan navigasi, baik bagi pengurus organisasi mahasiswa maupun evaluator arsip.
Digital Accessibility (Aksesibilitas Digital)
Platform: Repositori dapat diakses melalui antarmuka berbasis web yang responsif, memungkinkan tinjauan cepat terhadap dokumen advokasi, hasil survei, atau struktur data arsip dari berbagai perangkat kerja.
Interoperabilitas: Seluruh arsip digital dan tata kelola data disimpan dalam format standar terbuka. Laporan kegiatan dan policy brief menggunakan format PDF/A, dokumentasi program advokasi (seperti KELANA) menggunakan format gambar standar (JPG/PNG), dan struktur data disimpan dalam SQL/CSV untuk menjamin keterbacaan jangka panjang secara lintas platform.
User Interface: Sistem diatur untuk mendukung kemudahan navigasi (user-friendly), dengan arsitektur informasi yang mengikuti klasifikasi fungsi organisasi, seperti fungsi Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa, Kesekretariatan BEM, atau Fungsi Fasilitatif Kearsipan.
Physical Accessibility (Aksesibilitas Fisik)
Lokasi: Untuk arsip fisik (hardcopy), aksesibilitas dikelola sesuai ranah penciptaannya. Arsip organisasi dapat ditinjau di ruang kesekretariatan BEM Vokasi, sedangkan arsip praktikum instansi dikelola secara ketat di depo atau gudang arsip terkait (seperti fasilitas penyimpanan arsip inaktif Kementerian Kesehatan).
Sarana Prasarana: Penanganan dokumen fisik dilakukan di area kerja yang mematuhi standar operasional kearsipan, terutama saat proses pemilahan dan penyusutan arsip yang membutuhkan meja kerja luas dan prosedur keamanan dokumen yang memadai.
Bantuan Petugas: Mahasiswa atau pihak fakultas lain yang membutuhkan akses informasi organisasi dapat meminta pendampingan dari staf terkait atau BPH Adkesma. Pada konteks arsip instansi, navigasi dibantu langsung oleh fungsional arsiparis atau pengelola gudang arsip.
Language and Script (Bahasa dan Aksara)
Konten arsip kemahasiswaan dan laporan tata kelola sepenuhnya menggunakan Bahasa Indonesia formal dengan aksara Latin. Namun, dalam pengelolaan repositori digital dan perancangan basis data, elemen metadata, atribut tabel, dan sintaksis sistem sering kali mengadopsi standarisasi teknis berbahasa Inggris (seperti penamaan field pada AtoM atau Omeka) guna memastikan integrasi sistem yang baik dan mencegah ambiguitas penelusuran.
Area layanan
Layanan Penelitian
Layanan Riset dan Penyediaan Informasi
Layanan riset yang tersedia dirancang untuk memfasilitasi mahasiswa, pengurus tata kelola organisasi lintas fakultas, hingga akademisi dalam mengidentifikasi serta mendayagunakan sumber informasi primer secara efektif. Pengguna dapat memanfaatkan layanan konsultasi referensi dengan pengelola sistem arsip atau staf representatif departemen untuk memahami struktur arsitektur basis data, pengorganisasian koleksi, serta panduan operasional sarana temu balik. Proses penelusuran informasi ini didukung penuh oleh pemanfaatan repositori digital seperti Omeka dan AtoM, serta Daftar Pertelaan Arsip (DPA) yang dikurasi sesuai standar pedoman ANRI, sehingga memudahkan identifikasi seri arsip berdasarkan konteks penciptaan, fungsi fasilitatif, maupun fungsi substantif advokasi.
Selain pendampingan penelusuran data, tersedia pula layanan reproduksi dan berbagi dokumen (resource sharing) bagi pihak yang membutuhkan salinan arsip—seperti policy brief, proposal inisiatif "Keliling Triwarna", atau laporan hasil jaring aspirasi fasilitas kampus—untuk kepentingan studi banding atau analisis kebijakan lebih lanjut. Layanan ini dilaksanakan secara selektif dengan pengawasan ketat terhadap pedoman privasi, guna memastikan data-data sensitif terkait kesejahteraan mahasiswa (seperti data UKT) tetap terlindungi.
Bagi pengguna yang memiliki keterbatasan akses fisik, dukungan permintaan informasi jarak jauh difasilitasi melalui integrasi repositori cloud berbasis web dan kanal komunikasi resmi kesekretariatan organisasi. Seluruh pemanfaatan koleksi dokumen, baik untuk tinjauan akademis kearsipan maupun perumusan kebijakan kemahasiswaan, wajib mematuhi pedoman sitasi yang berlaku guna menjaga integritas akademik dan memberikan pengakuan yang tepat terhadap unit pencipta asal informasi tersebut.
Layanan Reproduksi
Layanan Reproduksi dan Penggandaan Dokumen
Layanan reproduksi disediakan untuk memfasilitasi mahasiswa, pengurus organisasi lintas fakultas, maupun akademisi dalam memperoleh salinan arsip seperti dokumen advokasi kemahasiswaan, laporan hasil survei, hingga draf policy brief guna kepentingan evaluasi kebijakan, studi banding, maupun riset tata kelola informasi. Pengguna dapat mengajukan permohonan penggandaan, dengan prioritas utama pada penyediaan salinan digital atau ekspor data pelestarian jangka panjang (seperti format PDF/A atau ekstraksi database) dari repositori. Pelaksanaan layanan ini sangat ketat terhadap batasan kerahasiaan, terutama komitmen untuk melindungi data sensitif terkait kesejahteraan mahasiswa (seperti informasi pelapor keluhan fasilitas atau berkas permohonan UKT), sesuai dengan standar pedoman privasi organisasi.
Setiap permintaan reproduksi arsip fisik akan dievaluasi terlebih dahulu untuk mencegah kerusakan pada materi asli, sejalan dengan prinsip manajemen rekod yang berkelanjutan. Apabila dokumen fisik dinilai terlalu rentan sebagaimana prosedur keamanan pada pengelolaan arsip inaktif kebutuhan pengguna akan diarahkan pada alternatif penelusuran versi digitalnya yang telah terintegrasi dalam sistem Omeka atau AtoM. Seluruh salinan yang didistribusikan murni diperuntukkan bagi kebutuhan riset, perancangan program, atau penyelesaian kendala administratif. Publikasi ulang secara luas atau komersial atas data pergerakan mahasiswa maupun sistem arsip ini sangat dilarang tanpa persetujuan tertulis dari otoritas pencipta arsip, seperti BPH Adkesma BEM Vokasi UI atau instansi terkait.
Area Publik
Layanan area publik dikelola untuk menjamin kenyamanan dan kemudahan akses bagi civitas akademika khususnya mahasiswa, pengurus lintas fakultas, maupun akademisi yang ingin melakukan konsultasi tata kelola informasi, pelaporan advokasi, atau penelusuran arsip secara langsung. Fasilitas ini mencakup area layanan terpadu dan ruang konsultasi yang representatif (seperti di lingkungan Sekretariat BEM Vokasi UI atau ruang baca arsip akademik), yang dirancang khusus untuk mendukung peninjauan dokumen kebijakan, evaluasi program kesejahteraan, serta riset kearsipan dalam lingkungan yang aman dan terkendali. Area ini beroperasi sesuai dengan jam kerja kegiatan akademik dan kemahasiswaan, dengan kewajiban menerapkan prosedur registrasi akses guna menjaga tata tertib, kelestarian dokumen fisik, serta melindungi kerahasiaan data pelapor.
Sebagai pusat interaksi, tersedia pula meja layanan referensi sebagai titik awal bagi pengunjung. Di titik ini, staf pendamping dari departemen atau pengelola arsip akan memberikan arahan teknis mengenai prosedur permohonan informasi serta panduan operasional navigasi sarana temu balik digital (seperti penelusuran katalog pada Omeka atau AtoM). Ruang layanan ini didukung oleh infrastruktur jaringan yang memadai untuk memfasilitasi mahasiswa dalam meninjau atau mengolah arsip digital secara real-time dari perangkat mereka. Seluruh pemanfaatan fasilitas ini wajib mematuhi kode etik kunjungan, termasuk kepatuhan terhadap protokol kebersihan untuk mencegah kerusakan pada arsip kertas yang masih aktif, serta komitmen menjaga ketenangan dan privasi demi kenyamanan lingkungan organisasi.