Foto menampilkan bangunan rumah adat Nuwo Sesat dengan bentuk panggung yang menjulang serta atap berbentuk perisai atau melengkung khas arsitektur Lampung. Bagian dinding dan tiang rumah dihiasi ukiran tradisional serta motif tapis yang memiliki makna simbolis dalam budaya Lampung, seperti lambang kebesaran dan kekerabatan. Bangunan tampak menggunakan material kayu berkualitas, sambungan pasak tanpa paku, serta atap berbahan ijuk atau rumbia. Pada bagian pintu masuk utama (Ijan Geladak) terdapat atap Rurung Agung dan hiasan payung kuning sebagai simbol tingkat kampung. Setelah melewati pintu, terlihat Anjungan (serambi terbuka) untuk menerima tamu informal, serta Pusiban (ruang agung) yang lebih tinggi sebagai tempat musyawarah mencerminkan nilai gotong royong (Sakai Sambayan). Foto juga menunjukkan Ruang Tetabuhan (penyimpanan alat musik Talo Balak), Ruang Gajah Merem (kamar istirahat pemimpin adat), Kebik Temen & Kebik Tengah (kamar tidur anak tertua), serta Gaghang dan dapur untuk aktivitas membersihkan dan memasak. Latar pepohonan dan area sekitar yang asri memperlihatkan lingkungan tempat berdirinya rumah adat tersebut di tengah permukiman masyarakat Lampung.
Adinda Rizky Wijayanti_MRA 24_PSIK CFoto ini menampilkan bangunan rumah adat Betawi yang memiliki beberapa ruang dengan fungsi berbeda. Paseban merupakan ruang tamu untuk berkumpul bersama keluarga dan menerima tamu. Amben adalah teras rumah yang berfungsi sebagai tempat bersantai dan menerima tamu. Rumah ini biasanya dilengkapi dengan empat kamar tidur, terdiri dari kamar utama untuk pemilik rumah dan kamar lainnya untuk anggota keluarga. Beberapa kamar tidur bersifat tertutup dengan pintu atau sekat serta tirai, sementara yang lain bersifat terbuka. Pangkeng berfungsi sebagai ruang keluarga untuk berkumpul dan bercengkrama pada malam hari. Srondoyan merupakan dapur yang terletak di belakang rumah, digunakan untuk memasak dan menyimpan bahan makanan. Ragam hias pada rumah Betawi ditempatkan pada berbagai elemen arsitektur, seperti lubang angin, kusen, daun pintu dan jendela, tiang tanpa dinding, langkan, listplank, garde (batas ruang tengah dan depan), skur, teras, serta pagar bambu atau kayu yang disebut jaro.
Adinda Rizky Wijayanti_MRA 24_PSIK CRumah Krong Bade (sering disebut Rumoh Aceh) adalah rumah panggung tradisional dari Aceh yang memanjang dari timur ke barat. Berfungsi sebagai lambang status sosial dan tempat tinggal, bangunan ini memiliki kolong setinggi 2,5 - 3 meter dan tangga depan dengan jumlah anak tangga ganjil.
tanpa judulBale Manten adalah bangunan sakral berbentuk persegi panjang di kompleks rumah adat Bali yang terletak di sebelah utara. Bangunan ini dikhususkan sebagai tempat tidur kepala keluarga atau anak perempuan yang belum menikah, serta berfungsi sebagai singgasana suci bagi pengantin untuk menerima berkat saat menikah.
tanpa judul