Berisi foto dan informasi mengenai anak-anak Ir. Soekarno, baik putra maupun putri, beserta identitas dan perjalanan hidup singkat mereka.
Muhammad Rafi Musyafa_MRA2024_EBerisi foto Ir. Soekarno serta informasi mengenai riwayat hidup, perjuangan, keluarga, dan jasa-jasa beliau bagi bangsa Indonesia.
Muhammad Rafi Musyafa_MRA2024_ESoekarno memiliki ketertarikan besar terhadap seni, desain, dan arsitektur. Ketertarikan ini terlihat dari pendidikan teknik yang ditempuhnya di THS Bandung serta perannya dalam merancang dan mendukung pembangunan berbagai bangunan, monumen, dan tata kota di Indonesia. Selain itu, Soekarno juga menyukai lukisan, patung, dan kebudayaan sebagai bagian dari identitas bangsa.
Muhammad Rafi Musyafa_MRA2024_EKonferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung membahas kerja sama negara-negara Asia dan Afrika, perdamaian dunia, anti-kolonialisme, serta perjuangan melawan penjajahan. Dalam konferensi ini, Soekarno berperan sebagai tokoh penting yang menyampaikan pidato pembukaan dan mengajak negara-negara berkembang untuk bersatu.
Muhammad Rafi Musyafa_MRA2024_EPendidikan Soekarno di Eerste Inlandse School (EIS) tahun 1908–1912 mencakup pendidikan dasar pribumi pada masa kolonial Belanda. Isi dari pendidikan tersebut meliputi pembelajaran membaca, menulis, berhitung, kedisiplinan, serta pembentukan karakter dan pola pikir Soekarno sejak kecil. Selain itu, masa pendidikan ini juga menggambarkan kondisi sistem pendidikan kolonial yang membedakan sekolah berdasarkan golongan masyarakat serta lingkungan sosial yang memengaruhi perkembangan kepribadian Soekarno.
Muhammad Rafi Musyafa_MRA2024_EPendidikan Soekarno di Europeesche Lagere School (ELS), Mojokerto tahun 1912–1916 mencakup pendidikan dasar berbahasa Belanda dengan pelajaran membaca, menulis, berhitung, dan pengetahuan umum. Pendidikan ini menjadi awal perkembangan intelektual dan kemampuan bahasa Belanda Soekarno.
Muhammad Rafi Musyafa_MRA2024_EPendidikan Soekarno di Hogere Burger School (HBS), Surabaya tahun 1916–1921 mencakup pendidikan menengah berstandar Belanda dengan pelajaran ilmu pengetahuan, bahasa, dan pemikiran modern. Pada masa ini Soekarno mulai aktif mengembangkan kemampuan berbicara, berpikir kritis, dan mengenal ide-ide nasionalisme.
Muhammad Rafi Musyafa_MRA2024_EPendidikan Soekarno di Technische Hoogeschool (THS) Bandung tahun 1921–1926 mencakup pendidikan tinggi teknik sipil dan arsitektur berstandar Belanda. Selama masa kuliah, Soekarno juga aktif dalam organisasi dan mulai mengembangkan pemikiran politik serta nasionalisme.
Muhammad Rafi Musyafa_MRA2024_EPenganugerahan Doktor Honoris Causa dan Bintang Republik Indonesia Adipurna kepada Soekarno mencakup penghargaan atas jasa, pemikiran, kepemimpinan, serta perjuangannya bagi Indonesia dan dunia internasional. Isi penghargaan tersebut menunjukkan pengakuan terhadap peran Soekarno dalam perjuangan kemerdekaan, politik internasional, dan pembangunan bangsa.
Muhammad Rafi Musyafa_MRA2024_ESoekarno dikenal sebagai proklamator dan orator ulung yang sering menyampaikan pidato perjuangan, nasionalisme, dan persatuan bangsa di depan rakyat Indonesia maupun dunia internasional. Isi pidatonya banyak membahas kemerdekaan, semangat persatuan, anti-penjajahan, dan pembangunan bangsa.
Muhammad Rafi Musyafa_MRA2024_E