Showing 9 results

Archival description
8 results with digital objects Show results with digital objects
ID R.NZA UKIN-79-01 · Item · 1979 - ?
Part of Koleksi Uang Kertas Republik Indonesia: 1945-2009_Naura Zahira Ahmar

Uang kertas pecahan 10.000 rupiah Emisi 1979 menggunakan gambar seperangkat gamelan Jawa pada bagian depan sebagai simbol kekayaan seni dan budaya tradisional Indonesia. Bagian belakang menampilkan Candi Prambanan yang merepresentasikan warisan sejarah dan kejayaan peradaban Nusantara. Uang ini dicetak oleh Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dengan pengaman berupa tanda air Dr. Soetomo, nomor seri kombinasi tiga huruf dan enam angka, serta tanda tangan Gubernur Bank Indonesia Rachmat Saleh dan Direktur Arifin M. Siregar. Uang ini diedarkan pada masa pembangunan nasional Orde Baru ketika pemerintah mulai menampilkan unsur budaya dan peninggalan sejarah Indonesia dalam desain mata uang sebagai bagian dari penguatan identitas nasional dan promosi kekayaan budaya bangsa.

Untitled
ID R.NZA UKIN-80-01 · Item · 1980 - ?
Part of Koleksi Uang Kertas Republik Indonesia: 1945-2009_Naura Zahira Ahmar

Uang kertas pecahan 1.000 rupiah Emisi 1980 menggunakan gambar Dr. Soetomo pada bagian depan sebagai penghormatan kepada tokoh pelopor kebangkitan nasional Indonesia dan pendiri organisasi Budi Utomo. Bagian belakang menampilkan panorama Ngarai Sianok di Sumatra Barat yang merepresentasikan keindahan alam Indonesia. Uang ini dicetak oleh Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dan dilengkapi pengaman berupa tanda air Pattimura, nomor seri kombinasi tiga huruf dan enam angka, serta tanda tangan Gubernur Bank Indonesia Rachmat Saleh dan Direktur Durmawel Achmad. Uang ini diedarkan pada masa pembangunan nasional Orde Baru ketika pemerintah mulai mengangkat tokoh sejarah dan kekayaan alam Indonesia dalam desain mata uang sebagai sarana memperkuat identitas nasional.

Untitled
ID R.NZA UKIN-82-01 · Item · 1982 - ?
Part of Koleksi Uang Kertas Republik Indonesia: 1945-2009_Naura Zahira Ahmar

Uang kertas pecahan 500 rupiah Emisi 1982 menggunakan gambar bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) pada bagian depan sebagai simbol kekayaan flora langka Indonesia yang terkenal di dunia. Bagian belakang menampilkan gedung Bank Indonesia cabang kota yang melambangkan peran lembaga perbankan dalam menjaga stabilitas moneter dan mendukung perekonomian nasional. Uang ini dicetak oleh Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dengan pengaman berupa tanda air Jenderal Achmad Yani, nomor seri kombinasi tiga huruf dan enam angka, serta tanda tangan Gubernur Bank Indonesia Rachmat Saleh dan Direktur Durmawel Achmad. Uang ini diedarkan pada masa pembangunan nasional Orde Baru ketika pemerintah mulai menampilkan kekayaan alam Indonesia dalam desain mata uang sebagai sarana memperkenalkan flora endemik sekaligus memperkuat identitas nasional.

Untitled
ID R.NZA UKIN-68-01 · Item · 1968 - ?
Part of Koleksi Uang Kertas Republik Indonesia: 1945-2009_Naura Zahira Ahmar

Uang kertas pecahan 1 rupiah Seri Soedirman menggunakan gambar Jenderal Soedirman pada bagian depan sebagai simbol perjuangan dan nasionalisme Indonesia pasca kemerdekaan. Bagian belakang menampilkan ilustrasi wanita yang sedang mencukil kelapa sebagai representasi aktivitas ekonomi rakyat di sektor perkebunan dan rumah tangga. Uang ini dilengkapi pengaman berupa tanda air Garuda Pancasila, tanda tangan pejabat Bank Indonesia, serta nomor seri kombinasi tiga huruf dan enam angka. Pecahan ini dicetak oleh P.N. Pertjetakan Kebajoran dan diedarkan pada masa awal Orde Baru ketika pemerintah mulai menata kembali stabilitas ekonomi nasional.

ID R.NZA UKIN-71-01 · Item · 1971 - ?
Part of Koleksi Uang Kertas Republik Indonesia: 1945-2009_Naura Zahira Ahmar

Uang kertas pecahan 100 rupiah Seri Diponegoro tahun 1971 menggunakan gambar Pangeran Diponegoro pada bagian depan sebagai simbol perjuangan dan semangat nasionalisme Indonesia. Bagian belakang menampilkan ilustrasi bernuansa pembangunan nasional yang mencerminkan arah kebijakan ekonomi Indonesia pada awal era Orde Baru. Uang ini dicetak oleh Pertjetakan Kebajoran dengan pengaman berupa tanda air Pangeran Diponegoro, nomor seri kombinasi dua huruf dan enam angka, serta tanda tangan Radius Prawiro dan Durmawel Achmad selaku pejabat Bank Indonesia. Uang ini direncanakan sebagai pengganti Seri Soedirman, namun tidak jadi diedarkan sehingga hanya ditemukan dalam bentuk specimen

Untitled
ID R.NZA UKIN-75-01 · Item · 1975 - ?
Part of Koleksi Uang Kertas Republik Indonesia: 1945-2009_Naura Zahira Ahmar

Uang kertas pecahan 1.000 rupiah Emisi 1975 menggunakan gambar Pangeran Diponegoro pada bagian depan sebagai simbol perjuangan nasional dan semangat patriotisme Indonesia. Bagian belakang menampilkan ilustrasi petani yang sedang membajak sawah, yang menggambarkan pentingnya sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian nasional pada masa itu. Uang ini dicetak oleh Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dan dilengkapi pengaman berupa tanda air Gajah Mada, nomor seri kombinasi tiga huruf dan enam angka, serta tanda tangan Gubernur Bank Indonesia Rachmat Saleh dan Direktur Soeksmono B. Martokoesoemo. Uang ini diedarkan pada masa Orde Baru ketika pemerintah menitikberatkan pembangunan ekonomi pada sektor pertanian melalui berbagai program swasembada pangan.

Untitled
ID R.NZA UKIN-77-01 · Item · 1977 - ?
Part of Koleksi Uang Kertas Republik Indonesia: 1945-2009_Naura Zahira Ahmar

Uang kertas pecahan 100 rupiah Emisi 1977 menggunakan gambar Badak Jawa pada bagian depan sebagai simbol kekayaan fauna endemik Indonesia yang saat itu mulai mendapat perhatian dalam upaya pelestarian satwa langka. Bagian belakang juga menampilkan ilustrasi Badak Jawa dalam habitat alaminya, sehingga desain uang ini menjadi salah satu emisi rupiah yang secara khusus mengangkat tema konservasi satwa. Uang ini dicetak oleh Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dan dilengkapi pengaman berupa tanda air Garuda Pancasila, nomor seri kombinasi tiga huruf dan enam angka, serta tanda tangan Gubernur Bank Indonesia Rachmat Saleh dan Direktur Arifin M. Siregar. Uang ini diedarkan pada masa pemerintah Orde Baru mulai memperkenalkan tema lingkungan dan kekayaan alam Indonesia ke dalam desain mata uang nasional.

Untitled
ID R.NZA UKIN-84-01 · Item · 1984 - ?
Part of Koleksi Uang Kertas Republik Indonesia: 1945-2009_Naura Zahira Ahmar

Uang kertas pecahan 100 rupiah Emisi 1984 menggunakan gambar burung Dara Mahkota (Goura victoria) pada bagian depan sebagai simbol kekayaan fauna Indonesia, khususnya satwa endemik dari wilayah Papua. Bagian belakang menampilkan Bendungan Tangga Asahan di Sumatra Utara yang merepresentasikan pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan sumber daya energi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Uang ini dicetak oleh Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dan dilengkapi pengaman berupa tanda air Garuda Pancasila, nomor seri kombinasi tiga huruf dan enam angka, serta tanda tangan Gubernur Bank Indonesia Arifin M. Siregar dan Direktur Sujitno Siswowidagdo. Uang ini diedarkan pada masa pembangunan nasional Orde Baru ketika pemerintah berupaya menampilkan kekayaan alam dan hasil pembangunan Indonesia dalam desain mata uang sebagai sarana memperkuat identitas nasional dan kebanggaan terhadap kemajuan negara.

Untitled